Kompas.com • 24 August 2026

RAPBN 2027 Berisiko Boncos, Target Penerimaan Dinilai Tak Realistis

Ekonom menilai target pendapatan RAPBN 2027 terlalu tinggi, sementara belanja sulit ditekan, sehingga defisit berisiko melebar.

RINGKASAN BERITA

JAKARTA, KOMPAS.com- Ekonom Bright Institute Awalil Rizky menilai postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 masih berisiko mengalami pelebaran defisit.

Risiko tersebut muncul karena target pendapatan negara dinilai terlalu tinggi, sementara belanja negara cenderung sulit ditekan.

Dalam RAPBN 2027, pemerintah menargetkan defisit anggaran sebesar Rp 671,16 triliun atau 2,40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

POIN UTAMA
  • JAKARTA, KOMPAS.com- Ekonom Bright Institute Awalil Rizky menilai postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 masih berisiko mengalami...
  • Risiko tersebut muncul karena target pendapatan negara dinilai terlalu tinggi, sementara belanja negara cenderung sulit ditekan.
  • Dalam RAPBN 2027, pemerintah menargetkan defisit anggaran sebesar Rp 671,16 triliun atau 2,40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Lihat sumber asli Kembali ke Berita
BERITA LAINNYA