BI Perpanjang Kebijakan LTV Properti 100% dan DP Kendaraan 0% hingga 2027
BI kembali melanjutkan kebijakan longgar untuk penyaluran kredit properti dan kendaraan bermotor dengan insentif tersebut berlaku hingga 2027
Penjualan mobil naik 21% hingga September 2026, tetapi premi asuransi kendaraan turun 1,57% akibat berbagai faktor, termasuk tarif & daya beli.
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, penjualan mobil secara wholesales sejak Januari 2026 hingga September 2026 mencapai 679.020 unit, atau tumbuh 21% secara year on year (YoY). Adapun penjualan ritel dari dealer ke konsumen juga naik 15,4% YoY, menjadi 676.223 unit per September 2026.
Terkait hal itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memandang peningkatan penjualan kendaraan sebagai peluang positif bagi pertumbuhan asuransi kendaraan bermotor.
Namun, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menyebut pertumbuhan premi lini asuransi kendaraan bermotor tidak selalu sejalan dengan penjualan kendaraan. Sebab, dia bilang kinerja asuransi kendaraan juga dipengaruhi sejumlah faktor.
BI kembali melanjutkan kebijakan longgar untuk penyaluran kredit properti dan kendaraan bermotor dengan insentif tersebut berlaku hingga 2027
Pertumbuhan transaksi pembayaran digital sejalan dengan semakin luasnya penerimaan masyarakat terhadap metode pembayaran nontunai
Rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) perusahaan saat ini masih berada di kisaran 2%
BI kembangkan QRIS dengan pengawasan yang perlu diperkuat untuk menjaga integritas ekosistem pembayaran digital.